Postingan

Pola Tim Kampanye Capres 2009 Mirip Intelijen

June 15, 2009 sekilasindonesia.com - Kepala Badan Intelijen Negara, Syamsir Siregar, menilai pola kerja dari tim kampanye calon-calon presiden mirip dengan yang dilakukan intelijen. Semua calon kan ada tentaranya, jadi pola dan kerjanya hampir sama,” kata Syamsir di sela rapat tertutup dengan Komisi Pertahanan dan Luar Negeri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 15 Juni 2009. Syamsir menegaskan, BIN tidak menempatkan personelnya di dalam tiga tim kampanye capres dan cawapres. , Ketiga calon itu kan punya purnawirawan TNI, dan pola-polanya sudah kita tahu,” ujarnya. Seperti diketahui, SBY pernah menjabat sebagai Menko Politik dan Keamanan. Sedangkan Wiranto adalah mantan Panglima TNI. Dan Prabowo adalah mantan Pangkostrad. Syamsir kembali menegaskan, BIN hanya bekerja untuk pemerintah. “Yang jelas BIN bekerja untuk pemerintah, untuk negara. Dan bukan untuk salah satu calon,” ujarnya. (TAMMO/VV)

Rencana Tenaga Kerja Nasional 2004-2009

A. Pendahuluan 1. Salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana diamanatkan oleh program pembangunan nasional (Propenas 2000-2004 dan sejalan dengan CBHN 1999-2004 adalah mempercepat pemulihan ekonomi dan memperluas landasan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan yang berdasarkan sistem ekonomi kerakyatan. Untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran itu Propenas menggunakan sejumlah indikator yang mencakup antara lain pertumbuhan ekonomi yang meningkat secara bertahap sehingga mencapai 6-7 persen, inflasi terkendali sekitar 3-5 persen, menurunkan tingkat pengangguran menjadi sekitar 5,1 persen, dan menurunnya jumlah penduduk miskin menjadi sekitar 14 persen pada tahun 2004. Semua sasaran kuantitatif itu tampaknya masih jauh dari yang diharapkan. Pertumbuhan ekonomi diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2002 masih sekitar 3,7 persen, sementara angka pengangguran menurut Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2002 masih sekitar 9,1 persen dari total angkat...

50 Tahun Penemuan Struktur DNA

Hari Jumat tanggal 25 April tahun ini adalah hari ulang tahun ke-50 penemuan struktur Deoxyribonucleic Acid (DNA). Pada tanggal 25 April 1953 lalu, dua ilmuwan muda asal Amerika dan Inggris, James Watson dan Francis Crick mengumumkan proposal mereka mengenai struktur B-DNA di jurnal ilmiah terkemuka Nature. Karya ilmiah mereka yang berjudul "Molecular Strucure of Nucleic Acids: A Structure for Deoxyribose Nucleic Acid" ini panjangnya hanya satu halaman (manuskripnya diketik adik Watson, Betty), memakai hanya satu ilustrasi (digambar oleh istri Crick, Odile) dan enam daftar pustaka. Sebuah artikel yang sederhana untuk suatu terobosan besar di bidang biologi dan kimia. Bahkan ketika tulisan ilmiah ini terbit, surat kabar di Inggris tidak memberitakannya sampai tanggal 15 Mei, ketika Sir Lawrence Bragg (direktur Laboratorium Cavendish dimana Watson dan Crick mengerjakan riset mereka) memberikan kuliah di London yang lantas diliput oleh The News Chronicle of London. Bukan itu saj...

Sejarah singkat Undang-undang

Belum banyak penulis yang secara khusus menguraikan sejarah peraturan perundang-undangan di Indonesia, baik secara mendalam ataupun terbatas dan singkat. Padahal berbagai referensi dibutuhkan oleh setiap orang yang mempelajari hukum atau berkecimpung di bidang hukum. Dengan mengikuti jalannya perkembangan perundang-undangan, berarti kita telah mengkuti sebagian perkembangan hukum. Sejalan dengan perkembangan ketatanegaraan Indonesia, sejarah perundang-undangan sejak berdirinya Negara Republik Indonesia dapat diberi pentahapan sebagai berikut : 1. 17 Agustus 1945 s/d 27 Desember 1949 2. 27 Desember 1949 s/d 15 Agustus 1950 3. 15 Agustus 1950 s/d 5 Juli 1959 4. 5 Juli 1959 s/d 5 Juli 1966 5. 5 Juli 1966 s/d sekarang Agar lebih jelas dan mudah dipahami, maka pembagian sejarah perundang-undangan dikelompokkan sebagai berikut : No Tahap Perkembangan Jangka Waktu Bentuk Peraturan Perundang-undangan 1 Di bawah UUD 1945 (18 Agustus 1945) s/d terbentuknya Negara Republik Indonesia Serikat (27 D...

Proses Penyusunan RUU

A. Bagaimana Lahirnya Undang-undang B. Perencanaan C. Siapa yang Mengusulkan Rancangan Undang-undang? D. Prosedur Pengusulan E. Tingkat Pembahasan dan Persetujuan A. Bagaimana Lahirnya Undang-undang Proses pembuatan undang-undang adalah rentetan kejadian yang bermula dari perencanaan, pengusulan, pembahasan, dan pengesahan. Semua proses tersebut dilakukan oleh para aktor, yang dalam sistem demokrasi modern disebut eksekutif (Presiden beserta jajaran kementriannya) dan legislatif (DPR). Tentang bagaimana DPR itu, kewenangan serta strukturnya telah dibahas pada bab terdahulu. Yang akan dibahas pada bagian ini adalah bagaimana proses pembentukan sebuah undang-undang. B. Perencanaan Kita tentu bertanya dasar apa yang digunakan oleh DPR dan presiden untuk menentukan Rancangan Undang-undang (RUU) apa saja yang akan dibahas pada suatu periode tertentu. Sejak tahun 2000, DPR dan pemerintah telah menuangkan indikator program mereka dalam apa yang disebut dengan Program Pembangunan Nasional (Und...

Pilpres Indonesia di mata Malaysia.

Tidak lama lagi Bangsa Indonesia akan merayakan suatu fenomena besar, suatu kenyataan yang Maha besar dikancah perpolitikan Indonesia. Jelas, karena pada tanggal 8 Juli nanti bangsa Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi, pesta seluruh rakyat Indonesia. Dimana, disanalah para rakyat akan menyampaikan pilihan terbaiknya, pilihan dari hati nuraninya. Sungguh sulit memang bagi rakyat Indonesia untuk menetapkan siapa yang akan menjadi pemimpinnya untuk 5 tahun kedepan. Apakah pilihannya benar atau apakah pilihannya ini hanya manis dibibir saja. Dan dari peristiwa ini pulalah Indonesia akan memulai hari barunya, baik itu hari baru untuk menuju kemajuan ataupun hari baru menuju kehancuran. Namun dibalik pesta rakyat yang akan sangat meriah ini, tersirat suatu peristiwa yang juga harus kita cermati dan perlu kita pelajari secara matang, dan bersama kita harus aktif, dimana pada masa-masa pemilihan presiden seperti sekarang ini pulalah Bangsa Indonesia mendapat suatu ujian berat dari negar...

Tahun Ini, Orang Miskin di Indonesia 33,7 Juta Orang

JAKARTA. Menurut perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), angka kemiskinan tahun ini bisa mencapai 33,7 juta orang. Itu terjadi kalau ekonomi cuma tumbuh 4,5% dan inflasi lari sampai 9%. Tapi, bila pemerintah bisa mengendalikan laju inflasi sebesar 6% maka jumlah orang miskin di negara ini bisa ditekan menjadi 29,9 juta saja. Meski, "Pertumbuhan ekonomi hanya 4,5%," kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Jakarta, Kamis (12/2). Skenario Bappenas lainnya, jika tingkat inflasi 9% dengan pertumbuhan ekonomi 5%, diperkirakan angka kemiskinan 32,8 juta orang. Cuma, kalau inflasi bisa bertahan 6% dan ekonomi tumbuh 5%, maka jumlah orang melarat di Indonesia hanya 29 juta. Paskah mengungkapkan, dari banyaknya skenario tersebut pemerintah akan fokus pada tingkat inflasi di kisaran 6%. "Upaya menekan inflasi antara lain dengan memperbaiki pola distribusi yang banyak berpengaruh pada tingkat inflasi," ujar d...